(Migrasi dari tompr2.multiply.com)

: PM

Di sebuah art gallery
Kau mengajakku untuk segera pergi
ketika tak kau temukan rupa kepastian
yang dengannya selaksa kenangan lama bisa
kau jadikan hiasan rumah kita.
Rumah kita, nanti.
Di awan.

"Itu hanya improvisasi," katamu.

Tapi selalu kubayangkan
betapa ‘kan lebih abadi kalau semua dekorasi
kita bingkai dengan impian sendiri

Dan di sepanjang jalan kita sama lihat semua pilihan rawan
Lanskap art-deco yang bertingkah dengan zaman
Kain lukisan pemandangan dengan latar warna hitam
Jajaran boneka kesepian di jendela pajang

Hari keburu jadi muram
Aku tak tahu kau telah tentukan pilihan
Diam-diam

Tubuh kita
adalah sebuah restoran tua
Aku tahu kau tak pernah ragu
untuk segala hidangan-hidup pada menu
meskipun aku tahu benar
kau tak pernah sungguh lapar

Kau bilang, "Hanya pengisi hambar."
Tapi jadi aku yang selalu kangen

Lalu aku berjalan seperti dalam slow motion
ketika kusadari bahwa akhirnya
semua hanya kenangan basi
foto-foto lama
dalam gradasi warna-warna sepia

1997 – 1999

Trackback

no comment untill now

Sorry, comments closed.