(Migrasi dari tompr2.multiply.com)

: empati untuk Indah

Meski semua masih ‘kan luluh lagi, ..
tapi kau nyanyikan
ranggas hati, sesat di dada, penantian-rindu
dalam jinjit nada sembilu tingkah musik malam
hingga dendang muram simponi ke-40

itu tubuh!
antara yang tak luput dan tak terraih
dan semua agendamu yang penuh
dengan peluh

rindu yang kau nanti
telah memantulkan gema
scara rahasia
hingga tinggal saatnya kelak
ketika bayangmu itu ‘kan mengajak
untuk sama-sama bermuka

sekali-sekali
ia akan merasa asing
dan karenanya, mungkin
akan ada yang menghardikmu nanti
di muka cermin

18 Mei 2001

Trackback

no comment untill now

Sorry, comments closed.