(Migrasi dari tompr2.multiply.com)

Mencintaimu berarti membakar diri
ke dalam tungku yang kubuat dari
runtuhan rindu. Abunya kutorehkan
ke dinding waktu

Untuk pertama dan selamanya
ingin kualamatkan ciuman panjang
sebelum desir-yang-tak-luput
menjemputku di akhir,
dari celah dingin pagi yang
menusuk di gigir

Percayalah, penerimaanku akan sedamai seperti
bumi seusai dihempas dikoyak badai

Bukankah kau sendiri tak bisa memilih
Terus berharap atau menjangkauku lagi
dengan isyarat yang paling apatis
Apalagi menangis ?

Karena barangkali aku adalah kupu-kupu bagimu,
yang kautangkap dan kaulepas lagi di dalam hati
Atau seorang protagon tragedi
dari drama tentang Lazarus dan dunia Sufi

Tapi tak juga kusudahi.
Tubuhku yang terus memekikkan namamu, atau
cembung hati … karena jejak dan bayangan berlalu

Kurenggut saja
"Kita”, seperti yang ada dalam surgaku
Lalu kuhirup, kunikmati, madu kefanaannya kini
hingga ku tak ‘kan lagi rindu ….
atau lagi, menagih-nagih janji !

Mei 1999

(Migrasi dari tompr2.multiply.com)

Jangan lagi tiba-tiba kau datang
atau berdiri di ambang petang
Tersenyum bahwa masih ada mimpi
kau taburkan menjelang pagi

Karena di ujung lorong hitam ini
aku tak minta kau temani
telah kuhalau segala hantu
pada angin dingin yang lalu

Dan jangan pula kau bertanya
kenapa aku masih berkata-kata
Hanya suara yang masih kupunya
Dengannya kupahat sebuah arca

Desember 1994